Ketua PW Ansor Bali Hadiri Undangan Senator DPD RI Rai Mantra; Bahas Harmoni Umat Lintas Organisasi

Ansorbali.web.id

DENPASAR – Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, SE, MM, menghadiri undangan silaturahmi dari Senator DPD RI Provinsi Bali, Rai Matra, di kediaman pribadinya di kawasan Renon, Denpasar. Dalam pertemuan tersebut, H. Tommy hadir didampingi Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Provinsi Bali, H. Syarif Hidayatullah, S.S., M.Pd.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan ini juga dihadiri oleh jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Provinsi Bali yang dipimpin oleh I Putu Eka Mahardhika, S.IP., M.AP., beserta jajaran pengurus.

Dalam diskusi tersebut, para tokoh membahas pentingnya menjaga hubungan harmonis antara umat Muslim dan Hindu di Bali, khususnya melalui peran generasi muda dari kedua komunitas. Rai Matra menekankan bahwa Bali memiliki sejarah panjang kehidupan multikultural yang harmonis, termasuk keberadaan komunitas Muslim yang telah hidup berdampingan dengan masyarakat Hindu selama ratusan tahun.

Sejarah tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa toleransi dan saling menghormati telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama. Salah satu contoh yang kembali diingat dalam diskusi tersebut adalah momen bersejarah ketika Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri jatuh pada tanggal yang sama, yakni pada 17 Maret 1991. Pada saat itu, masyarakat Bali mampu menjaga suasana yang kondusif dengan penuh toleransi dan saling menghormati antarumat beragama.

Bahkan dalam salah satu kisah yang dikenang, pada saat perayaan Nyepi di Kabupaten Jembrana, proses pembagian zakat kepada umat Muslim justru turut dibantu oleh masyarakat Hindu setempat sebagai bentuk solidaritas dan kebersamaan antarumat beragama.

Para peserta diskusi juga menyoroti dinamika sosial saat ini yang kerap terlihat tegang di ruang media sosial. Namun, mereka sepakat bahwa kondisi tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan realitas di tengah masyarakat Bali yang pada kenyataannya tetap hidup dalam suasana harmonis dan penuh toleransi.

Selain itu, dibahas pula bentuk kolaborasi nyata yang terus terjalin antara Banser dan Pecalang di Bali. Dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, kedua unsur ini kerap bekerja sama dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Saat pelaksanaan salat Jumat maupun kegiatan umat Muslim lainnya, Pecalang turut membantu menjaga keamanan. Sebaliknya, pada saat pelaksanaan piodalan atau kegiatan keagamaan umat Hindu, Banser juga dilibatkan dalam membantu pengamanan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Pulau Dewata. Para tokoh yang hadir berharap nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan oleh generasi terdahulu dapat terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda sebagai fondasi kuat bagi kehidupan sosial masyarakat Bali yang damai dan harmonis.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *