Ketua PW Ansor Bali: Konfercab Harus Melahirkan Arah Gerakan, Bukan Sekedar Adu Figur

Ansorbali.web.id

Tabanan – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menegaskan bahwa pelaksanaan Konferensi Cabang atau Konfercab tidak boleh hanya berakhir pada pergantian kepemimpinan. Konfercab harus menjadi ruang musyawarah untuk merumuskan arah gerakan dan tujuan organisasi selama empat tahun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Tommy dalam sambutannya pada pelaksanaan Konfercab GP Ansor di Kabupaten Tabanan. Menurutnya, pemilihan ketua merupakan salah satu agenda penting dalam konferensi, tetapi bukan satu-satunya tujuan yang harus diperjuangkan oleh seluruh peserta.

“Ketua itu adalah persoalan yang lahir kesekian dalam Konfercab. Hal yang lebih penting adalah bagaimana Konfercab ini menghasilkan tujuan-tujuan organisasi untuk ke depan,” ujarnya.

Tommy mengingatkan bahwa forum konferensi organisasi sering kali menghabiskan terlalu banyak energi untuk memperdebatkan figur calon pemimpin. Akibatnya, pembahasan mengenai program kerja, tantangan organisasi dan kebutuhan masyarakat justru kurang mendapatkan perhatian.

Menurutnya, pengalaman dalam berbagai forum organisasi harus menjadi bahan evaluasi bersama. Perbedaan pilihan dalam menentukan pemimpin merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh menguras energi, merusak hubungan antarkader maupun mengganggu konsolidasi organisasi setelah konferensi selesai.

“Boleh di dalam konferensi salah satu agendanya menentukan siapa pemimpin untuk periode selanjutnya. Namun, yang paling penting adalah energi kita digunakan untuk merumuskan untuk apa konferensi ini dan ke mana tujuan organisasi selama empat tahun ke depan,” tegasnya.

Ia berharap seluruh kader dapat bermusyawarah secara dewasa untuk menentukan arah perjuangan GP Ansor di daerah. Program yang dirumuskan harus menjawab kebutuhan kader sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Tommy juga meminta agar keberadaan kader Ansor dan Banser tidak hanya terlihat dalam kegiatan internal organisasi. Kader harus mampu hadir, berinteraksi dan ikut menyelesaikan berbagai persoalan sosial yang berkembang di wilayahnya masing-masing.

“Keberadaan sahabat-sahabat sebagai kader Ansor dan Banser di daerah harus bisa mewarnai kehidupan sosial yang ada di wilayah masing-masing,” katanya.

Khusus bagi GP Ansor Tabanan, Tommy berharap hasil Konfercab dapat melahirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat kaderisasi, membangun konsolidasi hingga tingkat bawah serta menggerakkan seluruh potensi organisasi.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan yang terpilih nantinya memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan keputusan konferensi benar-benar dilaksanakan. Dengan demikian, Konfercab tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum kebangkitan dan penguatan gerakan Ansor di Kabupaten Tabanan.

“Yang perlu kita pikirkan bersama adalah apa yang akan dilakukan organisasi ini selama empat tahun mendatang. Konfercab harus menghasilkan arah, tujuan dan gerakan yang jelas,” pungkasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *