Hadiri Kofercab GP Ansor Gianyar, Ketua PW Ansor Bali Tekankan Pentingnya Kepemimpinan yang Menggerakkan Organisasi

Ansorbali.web.id

GIANYAR, 13 September 2026 — Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor (PW GP Ansor) Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menekankan pentingnya kepemimpinan yang mampu menggerakkan organisasi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Tommy dalam sambutan dan arahannya pada Konfercab II PC GP Ansor Gianyar, Minggu (13/9/2026). Ia mengingatkan bahwa konferensi bukan semata-mata forum untuk menentukan siapa yang akan menjadi ketua, tetapi momentum untuk memastikan organisasi dapat berjalan dan berkembang setelah kepemimpinan baru terbentuk.

“Harapan adalah bagaimana organisasi besok ini bisa berjalan,” ujar Tommy.

Menurutnya, seorang pemimpin harus menjadi penggerak utama organisasi. Ia meminta pemimpin tidak menjadikan ketidakaktifan anggota sebagai alasan ketika roda organisasi tidak berjalan. Sebaliknya, pemimpin harus memberikan contoh, hadir, dan mampu menghidupkan struktur hingga tingkat bawah.

Tommy juga mengingatkan kader agar tidak menghabiskan energi dalam dinamika dan persaingan selama konfercab. Perbedaan pilihan, kata dia, merupakan bagian dari proses organisasi, tetapi tidak boleh berubah menjadi konflik berkepanjangan setelah konferensi berakhir.

“Jangan sampai energi hanya habis pada konferensi. Selesai konferensi, kemudian lemas. Energi besar Ansor dan Banser kalau dimanfaatkan untuk masyarakat itu luar biasa,” katanya.

Ia berharap kepemimpinan baru PC GP Ansor Gianyar nantinya mampu membawa organisasi lebih aktif dalam kaderisasi dan pengabdian sosial. Keberadaan Ansor, menurut Tommy, harus terasa di tengah masyarakat, bukan hanya tercatat dalam struktur organisasi.

Selain kepemimpinan, Tommy menekankan kaderisasi sebagai napas utama keberlangsungan Ansor. Ia mengajak kader Gianyar untuk terus meningkatkan kapasitas melalui berbagai agenda kaderisasi, termasuk PKL dan Dirosah.

“Kaderisasi adalah napas dari organisasi ini. Jangan sampai napas ini terhenti ketika kita yang diberikan amanah menjadi pimpinan,” tegasnya.

Tommy juga mengingatkan kader mengenai tanggung jawab moral di balik seragam Ansor dan Banser. Menurutnya, seragam tersebut bukan sekadar identitas, melainkan simbol sejarah perjuangan dan pengabdian para kader terdahulu.

Ia berharap Konfercab II PC GP Ansor Gianyar menjadi titik konsolidasi untuk memperkuat organisasi, menjaga kebersamaan, serta mendorong kader agar semakin aktif memberikan kontribusi bagi masyarakat Gianyar dan Bali.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *