Badung – Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Bali terus menunjukkan peran strategisnya dalam penanggulangan bencana alam di wilayah Provinsi Bali. Sebagai badan otonom Gerakan Pemuda Ansor, Banser tidak hanya berfokus pada pengamanan kegiatan keagamaan, tetapi juga aktif terlibat dalam misi kemanusiaan, khususnya saat terjadi bencana.
Dalam berbagai peristiwa bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga gempa bumi, Banser Bali hadir di garda terdepan membantu masyarakat terdampak. Keterlibatan tersebut meliputi evakuasi korban, pendirian posko darurat, distribusi bantuan logistik, hingga pengamanan lokasi bencana agar proses penanganan berjalan aman dan tertib.

Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Bali H. Imam Bukhari menegaskan bahwa kesiapsiagaan kader Banser merupakan bagian dari komitmen pengabdian kepada masyarakat dan bangsa. Seluruh anggota Banser dibekali pelatihan dasar kebencanaan, kedisiplinan, serta kemampuan kerja sama lintas sektor dengan TNI, Polri, BPBD, dan relawan lainnya.
“Banser Bali selalu siap digerakkan kapan pun dibutuhkan. Prinsip kami adalah hadir cepat, bekerja ikhlas, dan mengutamakan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, Banser Bali juga aktif dalam kegiatan mitigasi bencana, seperti edukasi kebencanaan kepada masyarakat, kerja bakti pembersihan lingkungan, serta patroli wilayah rawan bencana, terutama saat musim hujan. Peran Banser Bali dalam penanggulangan bencana mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat.
Kehadiran Banser dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu meringankan beban korban bencana. Melalui semangat gotong royong dan nilai-nilai ke-NU-an, Banser Bali terus menegaskan eksistensinya sebagai garda terdepan dalam menjaga kemanusiaan, persatuan, dan ketangguhan masyarakat Bali dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.

