Ansorbali.com
Jembrana, 13 Juli 2025 — Semangat kebersamaan dan toleransi antar elemen masyarakat Bali kembali terwujud dalam kegiatan DIKLATSUS Gabungan Satkorwil Banser Bali 2025 yang dilaksanakan pada 11–13 Juli 2025 di MTs Al-Mustaqim, Negara, Jembrana. Kali ini, Banser (Barisan Ansor Serbaguna) bersinergi langsung dengan Pecalang, penjaga tradisi dan keamanan adat Bali, dalam pengamanan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai kearifan lokal dan semangat kebangsaan dapat berjalan berdampingan dalam menjaga harmoni dan ketertiban masyarakat. Pecalang dari beberapa desa adat di sekitar lokasi kegiatan tampak turut membantu pengaturan lalu lintas, pengamanan lingkungan, serta koordinasi dengan aparat setempat.
Kasatkorwil Banser Bali dalam keterangannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas partisipasi aktif Pecalang:

“Kolaborasi ini bukan sekadar simbol, tapi wujud nyata bahwa Banser dan Pecalang memiliki semangat yang sama: menjaga masyarakat, menjaga adat dan menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.”
DIKLATSUS gabungan ini melibatkan tiga satuan khusus Banser: Bagana (Banser Tanggap Bencana), Balantas (Banser Lalu Lintas), dan Basada (Banser Husada). Para peserta mendapatkan pelatihan intensif, baik fisik maupun mental, serta pembekalan tentang penanganan kebencanaan, kesehatan lapangan, dan pengaturan lalu lintas. Sinergi Banser–Pecalang memperkuat kesan bahwa pelatihan ini tidak hanya melahirkan kader terlatih, tapi juga mempererat jejaring sosial lintas budaya dan agama.
Beberapa tokoh masyarakat dan perangkat desa yang hadir pun mengapresiasi kolaborasi tersebut.

“Ini adalah wajah Bali yang sebenarnya. Kita bisa hidup rukun, saling bantu, dan saling jaga, meskipun berbeda latar belakang agama atau organisasi,” ungkap salah satu bendesa adat yang hadir saat apel pembukaan.
Dengan semangat gotong royong yang kental, kegiatan DIKLATSUS ini menjadi momentum penting dalam memperkuat persaudaraan antar komponen masyarakat Bali, khususnya antara Banser dan Pecalang sebagai garda terdepan dalam menjaga ketertiban dan kedamaian.

