Ansorbali.com
DENPASAR – Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali, Sahabat Hazli Hidafi, S.Pd.I, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tatap muka yang diselenggarakan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Bali. Acara ini merupakan forum strategis antara Polda Bali dengan Musyawarah Pelayanan Umat Kristen (MPUK) se-Bali, mengusung tema “Memperkuat Solidaritas dan Kewaspadaan Jemaat untuk Mewujudkan Perayaan Natal yang Penuh Toleransi, Aman dan Kondusif.”
Kegiatan yang bertujuan untuk memastikan perayaan Natal berjalan damai ini juga dihadiri oleh perwakilan penting dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Intelkam Polda Bali, Pecalang (Bendesa Adat Bali), Ketua MPUK Bali, dan Pemuda Muhammadiyah Bali. Kehadiran lintas iman ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga kerukunan di Pulau Dewata.

Dalam paparannya, Sahabat Hazli Hidafi menyoroti peran strategis Gerakan Pemuda Ansor, khususnya Barisan Ansor Serbaguna (Banser), dalam menyambut dan mengamankan perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia memaparkan bahwa GP Ansor telah menggariskan sejumlah kegiatan rutin yang mencerminkan komitmen mereka terhadap toleransi dan keamanan nasional:
-
Pengamanan Tempat Ibadah
-
Menjaga Toleransi Umat Beragama
-
Sinergi dengan Aparat dan Ormas Pemuda Lintas Iman
-
Bakti Sosial dan Pelayanan Ummat
-
Pencegahan Konflik dan Provokasi
Lebih lanjut, Sahabat Hazli membangkitkan kembali memori kolektif tentang sejarah pengorbanan Ansor dan Banser, melalui kisah heroik Riyanto Banser. Kisah ini menjadi simbol ketulusan dalam mewujudkan toleransi dan menjaga persatuan umat beragama.
“Pengamanan tempat ibadah adalah wujud nyata menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Puncaknya adalah saat Riyanto gugur. Di situ ditunjukkan betapa kita dididik dan didoktrin untuk menjaga bangsa ini apapun kondisinya, hingga nyawa pun dikorbankan untuk saudara yang bahkan berbeda keimanan,” ujar Hazli. “Itu karena rasa cinta kita yang begitu besar terhadap Indonesia.”

Hazli menegaskan bahwa aksi pengorbanan tersebut didasari oleh rasa cinta yang mendalam terhadap Indonesia dan nilai-nilai kebangsaan.
Di akhir kegiatan, Hazli Hidafi menyampaikan harapan agar semua pihak, dari aparat hingga tokoh masyarakat lintas agama, dapat terus bersinergi dan saling menjaga solidaritas serta kebhinekaan yang menjadi kekayaan tak ternilai bagi Indonesia. Komitmen bersama ini diharapkan mampu menjamin perayaan Natal di Bali berlangsung dengan penuh kedamaian dan toleransi.

