Ansorbali.com
Jembrana, 13 Juli 2025 — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Provinsi Bali melalui Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser Bali sukses menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Khusus (DIKLATSUS) gabungan yang melibatkan tiga satuan khusus Banser: Bagana (Banser Tanggap Bencana), Balantas (Banser Lalu Lintas), dan Basada (Banser Husada), pada tanggal 11–13 Juli 2025.
Kegiatan ini berlangsung di MTs Al-Mustaqim, Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana dan diikuti oleh 121 peserta dari berbagai kabupaten/kota se-Bali. DIKLATSUS ini menjadi yang pertama kalinya dilaksanakan secara gabungan untuk tiga satuan sekaligus, menandai langkah strategis Satkorwil Bali dalam meningkatkan kapasitas dan sinergi antar unit layanan kemanusiaan Banser.

Ketua PW GP Ansor Bali H. Tommy Reza Kurniawan, dalam sambutannya saat pembukaan, menekankan pentingnya integrasi dan kolaborasi antar satuan tugas khusus untuk menjawab tantangan sosial dan kebencanaan di era sekarang.
“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Bagana, Balantas, dan Basada harus bersinergi, karena masyarakat membutuhkan kehadiran Banser yang solid, cepat, dan profesional dalam segala situasi,” ujarnya.
Dalam DIKLATSUS ini, peserta mendapatkan materi teori dan praktik lapangan sesuai bidang masing-masing.
Bagana fokus pada manajemen bencana, teknik evakuasi, dan pembangunan sarana darurat.
Balantas dilatih mengenai pengaturan lalu lintas, pengawalan, serta keselamatan jalan raya.
Basada memperdalam ilmu pertolongan pertama, kesehatan lapangan, serta layanan spiritual dan terapi tradisional.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh instruktur nasional dari Satkornas Banser yaitu Heri Budi – Wakasatkornas Banser, Kasatsus Nasional Bagana dan Kasatsus Nasional Balantas serta Kasatsus Nasional Basada, tokoh NU setempat, Bupati Jembrana serta aparat pemerintah dan TNI-Polri yang turut memberikan pembekalan.

Panitia pelaksana atau SKOLAT Diklat menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, terutama keluarga besar MTs Al-Mustaqim dan warga Desa Banyubiru yang turut membantu dengan penuh semangat kekeluargaan.
Dengan selesainya DIKLATSUS ini, diharapkan kader-kader Banser Bali semakin siap lahir dan batin dalam menjalankan tugasnya sebagai pelayan umat, penjaga ulama, dan pelindung masyarakat.

