Perkuat Ruh Organisasi dan Karakter Kader, Ketua PW GP Ansor Bali Harap Istiqomahkan Majelis Rijalul Ansor

Ansorbali.web.id

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Bali kembali menggelar rutinan Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor sebagai wadah penguatan konsolidasi spiritual dan pembinaan karakter kader. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, serta dihadiri oleh jajaran pengurus wilayah dan anggota Banser.

Dalam arahannya, H. Tommy Reza Kurniawan menegaskan pentingnya konsistensi menyelenggarakan majelis ilmu dan dzikir sebagai ruh utama organisasi. Meskipun di tengah padatnya jadwal kegiatan organisasi sepanjang bulan, rutinan berdzikir dan mengaji tidak boleh diabaikan.

“Semangat ini harus terus kita rawat dan jaga. Sekali kendor, grafik kedisiplinan kita biasanya akan menurun. Majelis ini adalah ajang mengisi ulang energi spiritual (recharge) dan ruang belajar agar kader tetap berada di koridor kebaikan,”* ujar H. Tommy Reza Kurniawan.

Dalam kesempatan tersebut, H. Tommy mengingatkan pentingnya para kader Ansor untuk terus menuntut ilmu demi menjawab tantangan zaman. Menjelang usia satu abad organisasi, Ansor dituntut untuk terus relevan dan eksis di tengah berbagai dinamika serta perubahan zaman.

Ia menekankan bahwa Ansor tidak boleh terjebak dalam euforia atau kejayaan masa lalu, melainkan harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas.

Secara khusus, Ketua PW GP Ansor Bali memberikan arahan terkait peran Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Menurutnya, Banser tidak boleh hanya diposisikan sekadar sebagai petugas pengamanan teknis di lapangan.

Sebagai ujung tombak pelaksana berbagai kegiatan Ansor, anggota Banser juga harus dibekali ilmu yang cukup dan kapasitas keilmuan yang matang melalui majelis-majelis keilmuan seperti Rijalul Ansor.

Dalam menggerakkan struktur organisasi di tingkat Pimpinan Cabang (PC) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC), PW GP Ansor Bali mengedepankan prinsip keteladanan.

“Kita tidak perlu sibuk memaksa atau mengabsen. Yang paling penting adalah kita di tingkat wilayah memberikan contoh nyata dengan konsisten menyelenggarakan kegiatan. Semangat itu menular, dan ketika wilayah aktif, cabang serta anak cabang di daerah secara spontan akan tergerak untuk ikut mengaktifkan rutinan,”jelasnya.

Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan bahwa jabatan pimpinan merupakan amanah dan tanggung jawab besar yang harus ditunjukkan melalui aksi nyata, hadir dalam setiap kegiatan, dan menggerakkan organisasi demi kemaslahatan bersama.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *