AnsorBali.web.id
JOMBANG — Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, S.E., M.M., turut menghadiri Halaqoh Tani Muda Ansor Jawa Timur yang digelar di sela-sela rangkaian Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di kawasan Tambak Beras, Jombang.
Kehadiran Ketua PW GP Ansor Bali tersebut menjadi bagian dari semangat membangun jejaring dan pertukaran gagasan antarkader Ansor lintas wilayah, khususnya dalam mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki perhatian serius terhadap sektor pertanian, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam suasana yang hangat dan penuh keakraban, H. Tommy Reza Kurniawan berdiskusi bersama Ketua PW GP Ansor Jawa Timur serta sejumlah kader Ansor mengenai berbagai peluang pengembangan gerakan Tani Muda Ansor.

Diskusi berlangsung dinamis dan visioner. Pertanian tidak hanya dibicarakan sebagai aktivitas produksi pangan, tetapi juga sebagai sektor strategis yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan oleh generasi muda melalui pemanfaatan teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan jaringan pemasaran, hingga pembangunan ekosistem usaha pertanian yang berkelanjutan.
Halaqoh tersebut juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai bagaimana kader-kader muda Ansor dapat mengambil peran lebih besar dalam menjawab tantangan regenerasi petani. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola ekonomi, anak muda dinilai perlu didorong untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang modern, produktif, serta memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.
Ketua PW GP Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, mengapresiasi gagasan Tani Muda Ansor yang dikembangkan di Jawa Timur. Menurutnya, gerakan semacam ini memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan semangat kaderisasi dengan upaya membangun kemandirian ekonomi kader dan masyarakat.
Pertemuan tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi dan potensi kolaborasi antara kader Ansor Bali dan Jawa Timur dalam pengembangan sektor pertanian serta pemberdayaan ekonomi berbasis potensi daerah.
Bali sendiri memiliki karakteristik dan potensi pertanian yang khas. Karena itu, berbagai gagasan yang muncul dalam halaqoh tersebut dapat menjadi inspirasi untuk dikembangkan dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Lebih jauh, forum tersebut memperlihatkan bahwa peran GP Ansor tidak berhenti pada kaderisasi dan penguatan organisasi. Ansor juga memiliki ruang yang luas untuk melahirkan gerakan-gerakan produktif yang bersentuhan langsung dengan persoalan ekonomi, pangan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.

Momentum Muktamar Ke-35 NU di Tambak Beras, Jombang, pun menjadi semakin bermakna dengan hadirnya ruang-ruang diskusi antarkader seperti Halaqoh Tani Muda Ansor. Dari pertemuan sederhana dan dialog yang cair tersebut, muncul berbagai gagasan besar mengenai masa depan pertanian serta peran generasi muda Nahdlatul Ulama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan.
Dari Jombang, semangat kolaborasi itu dibangun: kader muda bergerak, pertanian berkembang, dan kemandirian umat diperkuat.

