PW GP Ansor Bali Perkuat Sinergi dengan Ditintelkam Polda Bali untuk Jaga Kerukunan dan Stabilitas Daerah

Ansorbali.web.id

Denpasar, 9 Juni 2026 – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bali melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Bali, Selasa (9/6), di Denpasar. Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga kondusivitas, kerukunan, serta keamanan di Bali.

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua PW GP Ansor Bali Tommy Reza Kurniawan, Sekretaris PW GP Ansor Bali Syarif Hidayatullah, dan Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn, S.I.K., M.H.


Ketua PW GP Ansor Bali Tommy Reza Kurniawan menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya membangun koordinasi yang baik dengan aparat keamanan terkait berbagai dinamika sosial yang berkembang di Bali.

“Silaturahmi ini untuk berkoordinasi dengan Intelkam terkait situasi yang ada di Denpasar dan Bali pada umumnya. Kami juga membahas berbagai isu yang berkembang di masyarakat, termasuk pelaksanaan Hari Raya Nyepi dan malam takbiran, serta berbagai persoalan sosial lainnya,” ujar Tommy.

Menurutnya, komunikasi yang baik antar elemen masyarakat dan pemerintah menjadi kunci dalam menjaga keharmonisan di Bali. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang selama ini telah memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan baik dan nyaman di Bali.

“Terima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan ruang kepada umat Muslim untuk beribadah dengan baik. Ini menjadi bukti nyata bahwa toleransi di Bali berjalan dengan sangat baik,” tambahnya.

Sementara itu, Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn menyambut baik silaturahmi tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi antara organisasi kemasyarakatan dengan kepolisian.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terjalinnya komunikasi yang baik dengan Ditintelkam. Apabila ada persoalan di lapangan, mari kita komunikasikan dan selesaikan bersama-sama,” ujar Andy.

Dalam kesempatan itu, Tommy juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan Dasar Banser (Diklatsar) yang akan digelar pada 12–14 Juni mendatang, serta Pendidikan dan Pelatihan Kebanseran (Susbalan) yang direncanakan berlangsung pada September 2026.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya berisi materi ke-NU-an dan ke-Ansor-an, tetapi juga pembinaan wawasan kebangsaan, bela negara, serta penguatan komitmen terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kami berharap mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Kami ingin kader-kader Ansor dan Banser menjadi agen toleransi di daerah masing-masing. Selama ini kami juga aktif bekerja sama dengan pecalang dalam berbagai kegiatan adat dan keagamaan seperti Nyepi maupun upacara odalan sebagai bentuk nyata menjaga harmoni antarumat beragama,” jelas Tommy.

Ia menambahkan, kader Ansor dan Banser di Bali juga kerap terlibat dalam berbagai kegiatan lintas agama sebagai wujud nyata toleransi, termasuk membantu pengamanan dan pengawalan kegiatan keagamaan umat lain.

“Kami ingin terus menggambarkan dan memperkuat wajah toleransi Bali. Seperti saat kegiatan Walk of Peace umat Buddha, kader kami turut membantu pengawalan hingga kegiatan berjalan aman dan lancar,” katanya.

Dalam diskusi tersebut, Dirintelkam Polda Bali juga menyoroti persoalan sampah yang hingga kini masih menjadi tantangan bersama di Bali dan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menyelesaikannya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris PW GP Ansor Bali Syarif Hidayatullah menyampaikan bahwa GP Ansor Bali juga memiliki departemen yang fokus pada isu lingkungan hidup dan siap berkontribusi dalam berbagai program penanganan lingkungan.

Menutup pertemuan, Tommy menegaskan bahwa kehadiran sekitar 4.000 kader Ansor dan Banser di Bali merupakan simbol kebersamaan dan penguatan persatuan masyarakat.

“Kami hadir sebagai simbol kebersamaan dan penguat toleransi. Urusan keamanan tentu menjadi tugas Kepolisian, sementara urusan adat dijalankan oleh pecalang. Kami ingin menjadi jembatan yang memperkuat persaudaraan dan menjaga Bali tetap damai,” ujarnya.

Dirintelkam Polda Bali Kombes Pol. Andy Ervyn berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi menjaga stabilitas dan keamanan daerah.

“Semoga Bali tetap aman, damai, dan menjadi contoh kerukunan bagi Indonesia,” pungkasnya.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *