Ansorbali.com
DENPASAR, BALI – Juru Bicara Gus Yaqut Qoumas, Anna Hasbi, memaparkan urgensi penerbitan “Buku Putih” terkait penyelenggaraan Haji 1445 H/2024 M dalam acara diskusi yang digelar oleh LBH Ansor Bali di Asa Coffee & Resto. Buku tersebut disusun sebagai upaya transparansi publik untuk menyajikan fakta objektif di balik pengambilan kebijakan kuota haji tambahan.
Dalam paparannya, Anna Hasbi menegaskan bahwa “Buku Putih” ini bersifat post-factum, yakni menceritakan proses penyelenggaraan haji tanpa penilaian subjektif, melainkan berdasarkan apa yang dialami dan disaksikan langsung selama mendampingi Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada periode haji 2022 hingga 2024.
Menepis Agitasi Publik dan Tuduhan Tanpa Bukti
Anna secara tegas menanggapi tuduhan korupsi hingga Rp 1 triliun yang sempat dilontarkan pihak tertentu ke ruang publik. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak memiliki bukti kuat dan justru berpotensi menyalahi asas praduga tak bersalah.
“Tujuan (tuduhan tersebut) bukan untuk mencari kebenaran, tetapi ingin mengagitasi kemarahan publik dengan angka fantastis Rp 1 triliun. Padahal sampai sekarang tidak ada buktinya,” ujar Anna Hasbi dalam diskusi tersebut. Ia menambahkan bahwa data dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) justru menunjukkan adanya efisiensi anggaran sebesar Rp 610 miliar dalam penyelenggaraan haji.
Lebih lanjut, Anna menjelaskan bahwa kebijakan kuota tambahan sebanyak 8.400 jemaah telah melalui proses panjang, termasuk diskusi dengan DPR RI serta simulasi perhitungan matang mengenai kapasitas area di Mina. Kebijakan ini diambil untuk merespons dinamika di lapangan dan memberikan kesempatan lebih luas bagi jemaah, meskipun sempat muncul kritik mengenai kepadatan di Mina.
Melalui bedah buku ini, Anna berharap masyarakat dapat melihat persoalan haji secara utuh dan berbasis data. Kementerian Agama juga telah menyediakan platform digital bagi masyarakat yang ingin mendalami fakta-fakta tersebut melalui situs resmi.
“Kami ingin agar orang-orang bisa melihat secara utuh kasus-kasus ini. Seluruh fakta dan data sudah kami buka agar bisa diakses oleh publik secara transparan,” pungkasnya.

