Satu Mobil, Sejuta Harapan: Kasatsus Balantas Banser Bali Hibahkan Kendaraan Pribadi Jadi Ambulan Untuk Masyarakat

Ansorbali.web.id

DENPASAR – Di tengah hiruk-pikuk kemacetan jalanan Bali, sebuah unit armada baru kini hadir bukan untuk mengejar keuntungan, melainkan untuk mengejar waktu demi menyelamatkan nyawa. Menariknya, mobil ini lahir dari ketulusan hati seorang pria yang sehari-harinya justru berbisnis di bidang penyewaan kendaraan.

H. Dedy Rismawan, atau yang lebih akrab disapa Dedy Glan, bukanlah sosok baru di dunia organisasi kemanusiaan. Menjabat sebagai Kasatsus Balantas Satkorwil Banser Bali, Dedy baru saja mengambil langkah nyata yang menggetarkan hati banyak orang: menghibahkan mobil pribadinya untuk dimodifikasi menjadi unit ambulan.

Sebagai pemilik AJ Trans, sebuah jasa rental mobil di Bali, Dedy tentu paham betul nilai ekonomis sebuah kendaraan. Namun, baginya, ada nilai yang jauh lebih tinggi daripada sekadar angka di atas kertas, yaitu kebermanfaatan bagi sesama.

“Mobil ini memang milik pribadi, tapi saya merasa manfaatnya akan jauh lebih besar jika digunakan untuk kepentingan masyarakat luas yang sedang kesulitan,” ujar Dedy.

Selain itu juga, Dedy dengan niatan mulia mewakafkan mobil pribadinya untuk mendoakan kedua orang tua dan ibu mertuanya yang sudah meninggal.

“Bismillah saya wakafkan atas nama almarhum Bapak kandung saya (bapak H. Ngadimun), ibu kandung saya (ibu Hj. sukamti) dan bapak mertua saya (bapak Ayus Suparmin),” terangnya sembari terharu.

Keputusannya mendonasikan mobil pribadi ini didasari oleh realitas di lapangan yang sering ia temui saat bertugas di Banser. Kebutuhan akan akses kesehatan cepat seringkali terkendala oleh terbatasnya armada transportasi medis yang terjangkau bagi masyarakat kecil.

Ambulans ini bukan sekadar pajangan. Dengan manajemen di bawah Satkorwil Banser Bali, Satkoryon Banser Denpasar Timur dan selaku Wakasatsus Balantas Satkornas Banser Pusat, mempersiapkan armada ini disiapkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan.

Langkah Dedy ini seolah mempertegas marwah Banser bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga pelayan masyarakat di bidang sosial. Dedikasinya sebagai Kasatsus Balantas (Barisan Lalu Lintas) kini tak hanya sebatas mengatur jalan, tapi juga memberikan “jalan” bagi kesembuhan orang lain.

Kini, mobil yang dulunya merupakan aset pribadi itu telah bersalin rupa. Sirine dan lampu rotatornya kini bukan sekadar penanda lewat, melainkan simbol harapan baru bagi warga Bali yang sedang berjuang melawan sakit.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *