Perkuat Kompetensi dan Satu Komando, Satkorwil Banser Bali Gelar Kegiatan Penguatan Tiga Satsus

DENPASAR – Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Provinsi Bali menggelar kegiatan Penguatan Satuan Khusus (Satsus) pada Minggu, 28 Juni 2026. Acara yang berpusat di Sekretari at Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Denpasar ini dihadiri oleh 80 peserta yang merupakan kader dari tiga satuan khusus, yaitu: BAGANA (Banser Tanggap Bencana), BASADA (Banser Husada) dan BALANTAS (Banser Lalu Lintas).

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh kapasitas anggota dalam menjalankan fungsi-fungsi spesifik di tengah masyarakat serta mempertebal jiwa militansi kader.

Dalam pengarahannya, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bali, H. Tommy Reza Kurniawan, menekankan tiga poin krusial yang harus dimiliki oleh setiap kader Banser saat ini: kompetensi, militansi, dan komitmen menjaga persatuan.

Beliau memberikan apresiasi tinggi atas harmoni yang telah terbangun di lapangan, khususnya kolaborasi erat antara Banser dan pengamanan adat Bali atau Pecalang.

“Saat ini kita sudah bekerja sama dengan baik bersama Pecalang Adat Bali. Ini menunjukkan bahwa Banser Bali mampu bersinergi dengan keamanan adat atau lokal sebagai upaya nyata menjaga kebinekaan yang ada di Pulau Dewata,” ujar H. Tommy.

Untuk membakar semangat kepedulian dan keikhlasan para kader, H. Tommy juga mengisahkan kembali heroisme almarhum Riyanto, anggota Banser Mojokerto yang gugur demi menyelamatkan jemaat gereja dari ledakan bom saat malam Natal tahun 2000.

“Riyanto adalah pahlawan Banser yang rela tanpa dibayar, namun mau menjaga saudara-saudara kita di gereja yang sedang beribadah, bahkan dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri. Semangat keikhlasan dan kemanusiaan inilah yang harus tertanam di dada sahabat-sahabat semua,” tegasnya.

Senada dengan Ketua PW Ansor, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Bali, H. Imam Bukhori, dalam materi penguatannya mengingatkan hakikat utama dari berkhidmat di organisasi kepemudaan NU ini.

Menurut Ndan Imam, tolok ukur keberhasilan seorang kader bukan terletak pada atribut yang dikenakan, melainkan seberapa besar kontribusi nyata yang dirasakan oleh lingkungan sekitar.

“Banser terbaik adalah Banser yang paling bermanfaat untuk masyarakat. Dalam berkhidmat, setiap kader hendaknya selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi,” terangnya.

Kegiatan penguatan tersebut ditutup dengan prosesi pembagian sertifikat Pendidikan Latihan Khusus (Diklatsus) kepada para peserta BAGANA, BASADA, dan BALANTAS sebagai bukti legalitas kompetensi mereka usai mengikuti DIKLATSUS tahun lalu di kabupaten Jembrana.

Setelah itu, seluruh peserta diarahkan untuk masuk ke sesi pembekalan khusus yang dipimpin langsung oleh masing-masing Kepala Satuan Khusus (Kasatsus) Bagana, Basada dan Balantas Satkorwil Banser Bali. Sesi internal ini berfokus pada pemantapan SOP kerja serta pemetaan strategi taktis masing-masing satuan untuk menghadapi dinamika sosial dan kebencanaan ke depan.

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *